Bangun dan Kuatkan Kawasan Perbatasan

Print
Berita-2

JAKARTA - Tujuan dari Rapat Konsultasi Pembangunan Perbatasan Kabupaten Sanggau yang diselenggarakan oleh DPRD di Ruang SS, Gedung Bappenas (24/5) adalah untuk menangkap aspirasi kebutuhan dan arah pembangunan perbatasan Entikong dari DPRD Kabupaten Sanggau, menginformasikan rencana pembangunan perbatasan negara, serta diskusi dan menyepakati arah yang tepat mengenai pembangunan dan pengelolaan perbatasan negara di Entikong. Sebagai salah satu kawasan perbatasan, Kabupaten Sanggau memiliki komoditas andalan perkebunan sawit dan pertambangan yang masih belum optimal pengolahannya. Selain itu, tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau sangat jauh dibanding Malaysia karena aggarannya lebih sedikit dari luas kabupaten. Hal ini menyebabkan masyarakat Kabupaten Sanggau lebih banyak yang mengakses jalan dan informasi ke Malaysia. Bahkan banyak dari mereka yang berkeinginan menjadi warga Malaysia.

Dalam hal ini, Direktur Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal Kedeputian Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Kementerian PPN/Bappenas, Ir. R. Aryawan Soetiarso Poetro, MSi mengatakan bahwa kawasan perbatasan memiliki nilai strategis dalam pembangunan negara karena mempengaruhi kedaulatan wilayah negara dan hubungan internasional.

Peristiwa di kawasan ini memiliki dampak politis yang besar terutama kondisi kesejahteraan masyarakat di perbatasan. “Dua hal inilah yang menjadi perhatian terkait kawasan perbatasan,” ujar Pak Aryawan dalam rapat tersebut.

Lebih jauh, Pak Aryawan memaparkan bahwa kawasan perbatasan adalah garis depan negara. Untuk itu, arahan penyusunan zonasi Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) memperhatikan pemanfaatan ruang untuk kegiatan ekonomi perkotaan yang berdaya saing, pertahanan, pusat promosi investasi dan pemasaran, serta pintu gerbang internasional dengan fasilitas kepabeanan, imigrasi, karantina, dan keamanan.

Pemanfaatan untuk kerja sama militer dengan negara lain dilakukan secara terbatas dengan memperhatikan kondisi fisik lingkungan dan sosial budaya masyarakat. “Dengan dasar tersebut, diharapkan program-program terkait dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat setempat,” kata Pak Aryawan.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) berupaya mengembangkan Dryport terhadap perbatasan Entikong yang saat ini PP terkait sedang disiapkan. Kawasan perbatasan Entikong akan dikembangkan menjadi Bandar Entikong Jaya sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi serta Pusat Perdagangan dan Jasa. Untuk itu, Rencana Detail Tata Ruang Perbatasan (RDTR) sedang disusun dengan rekomendasi BNPP dan telah disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang (RTR) Kabupaten Sanggau dan RTR Provinsi Kalimantan Barat.