Peringatan Bulan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) Tahun 2016

Print
Direktorat DTTP mengunjungi Pameran Pengurangan Risiko Bencana di Kompleks Megamas, Kota Manado

Manado - (14/10) Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan ketangguhan masyarakat maupun pemerintah dalam menghadapi bahaya bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku lembaga pemerintah dalam bidang penanggulangan bencana di Indonesia, mengadakan Peringatan Bulan PRB. Pada tahun 2009, UNISDR (United Nations International Strategy for Disaster Reduction) menetapkan tanggal 13 Oktober sebagai hari peringatan Pengurangan Risiko Bencana. Peringatan Bulan PRB telah menjadi agenda Nasional setiap tahunnya sejak tahun 2013 yang sebelumnya diselenggarakan berturut-turut di Kota Mataram, NTB (2013), Kota Bengkulu, Bengkulu (2014), dan Kota Surakarta, Jawa Tengah (2015). Sementara pada tahun 2016, Kota Manado, Sulawesi Utara terpilih menjadi tempat terselenggaranya perhelatan agenda Nasional Peringatan Bulan PRB.

Peringatan Bulan PRB tahun ini berlangsung selama 3 hari, yaitu tanggal 12 – 14 Oktober 2016. Penyelenggaraan acara Peringatan Bulan PRB berlangsung paralel bersamaan dengan acara internasional, yaitu Pertemuan ke – 29 ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM), ASEAN Day on Disaster Management (ADDM), dan ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM). Rangkaian acara Peringatan Bulan PRB terdiri dari pameran, diskusi dan seminar pengalaman/pengetahuan terkait Penanggulangan Bencana, hingga Tangguh Award yang ditujukan untuk mempromosikan budaya pengurangan risiko bencana. Acara ini melibatkan ribuan peserta yang terkait dengan mitra penanggulangan bencana seperti, kementerian/lembaga, SKPD Provinsi dan Kab/Kota, Organisasi Internasional/Nasional/Daerah, akademisi, organisasi masyarakat, dsb.

Direktorat Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan – Bappenas yang salah satu tugas dan fungsinya melaksanakan perencanaan pembangunan nasional di bidang daerah tertinggal dan rawan bencana turut serta dalam beberapa rangkaian acara Peringatan Bulan PRB yang diselenggarakan di Manado. Bapak Sumedi A. Mulyo selaku Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan mengisi beberapa rangkaian acara diskusi dan seminar sebagai narasumber dengan topik terkait Penurunan Indeks Risiko Bencana dan Peningkatan Kapasitas Daerah.

Pada pemaparannya terkait Pengurangan Risiko Bencana, Bapak Sumedi menekankan kepada pemerintah daerah untuk mengarusutamakan kegiatan pengurangan risiko bencana dalam perencanaan pembangunan. Seperti yang diketahui bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia terletak pada kawasan rawan bencana. Bapak Sumedi menegaskan kembali kepada BPBD sebagai koordinator dalam bidang penanggulangan bencana di daerah agar dapat berperan aktif untuk memperhitungkan dan menerapkan investasi kegiatan Pengurangan Risiko Bencana dalam perencanaan pembangunan dengan menggunakan analisis teknokratik. Disampaikan juga bahwa Kunci keberhasilan dalam Pengurangan Risiko Bencana, diantaranya mengkombinasikan :

  1. Pendekatan berbasis komunitas (Kapasitas sosial masyarakat mempengaruhi percepatan pembangunan);
  2. Pendekatan berbasis wilayah (perencanaan pembanguanan fokus pada karakteristik masing-masing wilayah);
  3. Pendekatan peningkatan kapasitas dan kompetensi pemerintah dan masyarakat;
  4. Perluasan kerjasama dan kemitraan atarpelaku baik daerah, nasional, maupun internasional.

Salah satu upaya dalam Pengurangan Risiko Bencana yaitu, peningkatan kapasitas pemerintah maupun masyarakat agar dapat tangguh dalam menghadapi bencana. Terutama masyarakat, dimana saat terjadinya bencana ketangguhan masyarakat yang dapat mengurangi dampak dan kerugian akibat bencana. Artinya potensi untuk mengarusutamakan PRB yang paling utama ada di masyarakat.