Pertemuan Ilmiah Tahunan Ke-3 IABI

Print
Berita-4

BANDUNG - ITB (23/5) -- IABI (Ikatan Ahli Bencana Indonesia) merupakan suatu kelompok yang mewadahi para peneliti, akademisi, praktisi, dan professional yang bergerak di bidang kebencanaan. IABI memiliki visi untuk membangun dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kebencanaan untuk mengurangi risiko bencana. PIT (Pertemuan Ilmiah Tahunan) merupakan suatu forum yang dapat mempertemukan para akademisi maupun praktisi untuk menuangkan gagasan-gagasan terkait topik Pengurangan Risiko Bencana. PIT yang diinisiasi oleh BNPB dan IABI ini diadakan di ITB pada tahun 2016. Pembukaan PIT diawali oleh Prof. Sudibyakto selaku Ketua IABI, Prof. Kadarsyah selaku Rektor ITB, dan Ir. Ridwan Kamil selaku Walikota Bandung.

Materi pembukaan PIT secara garis besar berisi tentang aspek Penurunan Risiko Bencana (PRB) sebagai salah satu langkah dalam pembangunan berkelanjutan. Rektor ITB, Prof. Kadarsyah bahwa bencana Tsunami yang pernah terjadi di Aceh pada Tahun 2004 menjadi inisiasi awal pembentukan kelompok-kelompok bencana. Pengurangan Risiko Bencana membutuhkan semua elemen terkait agar dapat berjalan selaras. PRB juga menjadi aspek penting dalam perencanaan pembangunan. Para ahli yang tergabung dalam IABI diharapkan untuk dapat berkontribusi lebih jauh terkait isu mengenai PRB. Selaras dengan hal tersebut, Walikota Bandung, Ir. Ridwan Kamil menyatakan bahwa inovasi dalam hal permasalahan kebencanaan di Indonesia. Budaya ramah terhadap bencana harus diterapkan dalam kurikulum mengenai kebencanaan di indonesia harus diterapkan sedari dini. Penggunaan media sosial dianggap berperan cepat dan tepat untuk mengetahui arus informasi kebencanaan di Indonesia. Lahirkan konteks baru kebencanaan yaitu paradigma tolong menolong dalam hal kebencanaan.

Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-3 yang membahas aspek PRB sebagai salah satu langkah dalam pembangunan berkelanjutan ini sekaligus mengingatkan bahwa upaya pencegahan dan pengurangan dalam aspek kebencanaan merupakan kegiatan yang milik pemerintah dan masyarakat. pemerintah dalam hal ini BNPB yang bertindak sebagai koordinator K/L terkait isu kebencanaan harus mampu untuk mengomandoi kementerian laindan juga masyarakat, agar dapat bersinergi untuk menghadapi bencana. Masyarakat yang siap serta Kementerian yang sigap, adalah salah satu modal dasar terpenting agar pembangunan berkelanjutan dapat bersinergi dengan aspek Pengurangan Risiko Bencana. Gagasan-gagasan serta sumbangsih para praktisi, ilmuwan, dan peneliti diharapkan dapat menjadi masukan berarti untuk masyarakat ataupun pemangku kebijakan dalam hal Pengurangan Risiko Bencana.

 

  • Pembukaan PIT IABI ke-3 oleh Wailkota Bandung Ir.Ridwan Kamil

  • Pidato Dir.KKDT Bappenas Ir.R.Aryawan Soetiarso Poetro dalam hal Penanggulangan Bencana

  • Dir. KKDT Bappenas Ir. Aryawan mendapatkan cinderamata dari Ketua IABI Prof. Sudibyakto